Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Arsip Wawancara

1-10 dari 45 wawancara

  • Photo Bintang Tamu
    Johnshon Panjaitan:
    Tahun 2001, Hukum Jadi Komoditi

    Dalam kondisi negara yang carut marut seperti sekarang ini, nampaknya masyarakat kehilangan kepercayaan pada institusi-institusi negara. Dalam keadaan ini hukum yang diharapkan jadi panglima tidak sanggup memberikan rasa nyaman dan menimbulkan kembali kepercayaan masyarakat. Selama tahun 2001 ini kita menyaksikan betapa lemahnya sistem hukum dan komitmen penyelenggaraan negara dalam menyelesaikan berbagai kasus hukum di tanah air. Kesenjangan hukum merambat pada beberapa sendi k... Baca ›
    Edisi 303 | 31 Des 2001 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Chotib Basri:
    Pemulihan Ekonomi Harus Jadi yang Utama

    Tahun 2001 tanpa terasa akan tinggal menjadi catatan sejarah. Kita segera memasuki tahun 2002 tentunya dengan harapan agar segalanya bisa lebih baik. Harapan terbesar tentunya adalah perbaikan ekonomi yang signifikan agar mampu mengangkat keterpurukkan bangsa ini yang sudah menderita sejak krisis ekonomi sejak tahun 1997. Perbaikan ekonomi memang menjadi suatu kemewahan yang sangat dinanti, sekalipun kita semua paham betapa perbaikan ekonomi itu sendiri saat ini dipengaruhi oleh faktor-faktor... Baca ›
    Edisi 302 | 25 Des 2001 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Farid Faqih:
    Prestasi DPR Kita Sangat Rendah

    Kita juga melihat banyak diantara tokoh-tokoh republik ini yang tiba-tiba menjadi pelupa. Dulu mereka melakukan aksi atau bersekongkol menjatuhkan presiden Wahid, ada yang begitu bersemangat menjadi motor Panitia khusus (Pansus) DPR untuk mencoba memeriksa keterlibatan Gus Dur. Sekarang beberapa orang yang terlibat dalam pansus dulu, berusaha mati-matian untuk menjegal pansus yang akan dibentuk untuk non budgeter Bulog yang melibatkan Ketua Umum Golkar, Akbar Tanjung yang kebetulan menjadi Ke... Baca ›
    Edisi 301 | 18 Des 2001 | 1 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Lin Chi Wei:
    Privatisasi Semen Gresik, Pemerintah Terlalu Memperhatikan Tuntutan yang Tidak Legitimate

    Tamu kita kali ini adalah Lin Che Wei dari SG Sekuritas. Tentu anda sudah kenal melalui beberapa pemikiran dan kolomnya di berbagai surat kabar. Bersama seorang pengamat ekonomi kita akan bicara mengenai privatisasi yang sebenarnya sangat penting bagi perekonomian kita, khususnya dalam menambal beberapa defisit anggaran kita. Seperti yang mungkin para pendengar tahu bahwa defisit anggaran kita mencapai sekitar 80 trilyun karena berbagai keharusan yang tidak bisa dielakkan. Dan k... Baca ›
    Edisi 300 | 11 Des 2001 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Effendy Choirie:
    Kasus Akbar Tanjung Harus Diproses Secara Politik

    Kali ini tamu Perspektif Baru kita adalah Bapak Effendy Choirie, anggota DPR dari Praksi Kebangkitan Bangsa. Harapan penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN, good governance sering mendapat ujian. Sekalipun ujian-ujian sebelumnya juga belum lulus dengan sempurna. Kali ini ujiannya adalah kasus dana non budgeter Bulog sebesar 40 milyar yang sampai saat ini oleh Kejaksaan Agung belum bisa dibuktikan apakah benar itu diterima oleh Akbar Tanjung untuk kepentingan Partai Golkar. Memang kejadia... Baca ›
    Edisi 299 | 04 Des 2001 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Ir Akhiruddin:
    Pemerintah Sebaiknya Segera Memutuskan

    Privatisasi adalah sebuah tema besar yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka tengah dalam mengatasi krisis anggaran pemerintah. Cerita manis program privatisasi juga ingin mengembalikan pamor Indonesia sebagai negara yang ramah untuk investasi asing. Maka ketika pemerintah menggulirkan rencana penjualan Semen Gresik ke Cemex sebagai pionir program privatisasi nasional, kita tentu banyak berharap ini akan berlangsung dengan mulus. Tapi, Semen Padang sebagai salah satu ... Baca ›
    Edisi 298 | 27 Nov 2001 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Soebronto Laras:
    Hidup Sehat dan Prestasi Kerja

    Sehat adalah salah satu istilah yang sangat popular, orang mau melakukan apa saja untuk bisa tetap sehat, bahkan dengan uang sekalipun. Sehat memang menjadi sebuah prasyarat bagi komunitas dunia untuk menjadi produktif dan positif. Tapi persoalannya, apakah kita benar-benar paham tentang sehat dalam arti yang sesungguhnya, apakah kita sudah paham substansinya, dan apakah kita sudah menjalankannya sebagai bagian dari hidup kita. Hidup sehat tidak selalu identik dengan seha... Baca ›
    Edisi 297 | 20 Nov 2001 | 1 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Panda Nababan:
    Masih Besar Perlawanan Pemberantasan Korupsi

    Suatu keprihatinan di tengah masyarakat sekarang di mana banyak orang bilang bahwa negara kita adalah salah satu negara terkorup di dunia. Kita punya banyak kasus korupsi dan uang negara yang hilang bertriliun-triliun dan kita juga masih dijerat oleh hutang luar negeri yang sedemikian besar. Tapi lucunya hutang luar negeri dan bantuan yang dikorup oleh pejabat-pejabat sampai sekarang, kita tidak tahu siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas hilangnya banyak uang itu. Padahal... Baca ›
    Edisi 295 | 13 Nov 2001 | 0 Komentar

  • Panda Nababan:
    Masih Besar Perlawanan Pemberantasan Korupsi

    Suatu keprihatinan di tengah masyarakat sekarang di mana banyak orang bilang bahwa negara kita adalah salah satu negara terkorup di dunia. Kita punya banyak kasus korupsi dan uang negara yang hilang bertriliun-triliun dan kita juga masih dijerat oleh hutang luar negeri yang sedemikian besar. Tapi lucunya hutang luar negeri dan bantuan yang dikorup oleh pejabat-pejabat sampai sekarang, kita tidak tahu siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas hilangnya banyak uang itu. Padahal... Baca ›
    Edisi 295 | 06 Nov 2001 | 0 Komentar

  • Photo Bintang Tamu
    Ikrar Nusa Bakti:
    Imigran Gelap Akan Jadi Masalah

    Di tengah-tengah persoalan bangsa yang saat ini sangat banyak dan membutuhkan perhatian serius, bertambah lagi satu PR baru yang harus ditempatkan dalam prioritas utama yaitu masalah People smuggling atau penyelundupan manusia. Data menunjukkan bahwa ribuan orang pencari suaka, para pengungsi yang resmi maupun tidak atau bahkan para imigran gelap, saat ini berada di wilayah-wilayah tanah air yang begitu luas. Sementara kita mengalami keterbatasan dalam sarana dan fasilitas untuk... Baca ›
    Edisi 294 | 30 Okt 2001 | 0 Komentar

‹ Sebelumnya | Berikutnya ›