Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

PROFIL: Budi dan Nina

Membuat orang sehat dan senang

Edisi 9006 | 24 Des 2008 | Cetak Artikel Ini

Budi dan Nina bekerja bergantian menjaga toko alat renang di suatu kolam renang besar di kawasan metropolitan Jakarta. Mendengar keterangan mereka, terasa suasana ketulusan dan kerja keras tapi juga optimisme besar pada dua orang muda dengan harapan positif pada pasar barang modern yang sehat.

Di suatu kolam renang utama di dekat Jakarta, tiap pagi jam 06:00 Budi bergantian dengan Nina membuka toko dimana mereka bekerja. Toko berada di lobby persis di seberang tempat penjualan tiket masuk. Barang jualannya adalah alat-alat renang mulai dari goggle (kacamata renang) sampai sunblock lotion dan tentunya pakaian renang. Toko ini dimiliki oleh suatu grup retail yang besar tapi dibuat sebagai 'concept store' yang hanya menjual barang satu merk.Semakin banyak toko besar jualan di Jakarta dengan pendekatan modern, yaitu dukungan perusahaan besar terhadap tenaga penjual yang memberikan atensi pribadi, Budi dan Nina merupakan orang sales yang memiliki profesional tinggi. Pembeli disapa dan diterima sebagai teman, dengan keramahan yang wajar dan perhatian sungguh-sungguh terhadap kebutuhan mereka. Bagi orang tertentu, tidak mudah menemukan barang yang diperlukan, misalnya celana renang berukuran XXL.

Kolam renang lokasi toko ini diberitakan pada posting Perspektif Online berjudul "Mana Kolam Renang Terbaik?" . Pasti banyak kolam renang yang baik juga menurut pembaca, dan pasti ada juga tenaga pelayanan profesional. Tapi di tempat ini, Budi yang bergiliran tugas dengan Nina kebetulan punya persediaan celana dengan ukuran yang diperlukan oleh wartawan PB. Budi yang waktu itu bertugas menawarkannya dengan sungguh-sungguh, sampai mengizinkan membongkar bungkus plastiknya padahal pengunjung semula sekedar ingin tahu saja. Akhirnya dibeli sepasang celana renang yang ternyata nyaman sekali. Keesokan harinya pembeli mampir untuk ngobrol, dan terbawa suasana akrab membeli sepasang lagi, dengan pertimbangan bahwa ada satu lagi dengan model yang beda tapi ukuran sama. Dua hari berikutnya datang lagi, ngobrol lagi dan akhirnya memutuskan untuk beli lagi karena di toko lain, celana renang berukuran XXL memang susah diperoleh. Lumayan punya cadangan kalau satu saat stock toko habis.

Nina sudah tidak berusaha menjual celana lagi, cukup klien beli tiga celana dalam satu minggu. Nina ngobrol mengenai latarbelakang pekerjaan dan pribadinya. Suaminya Bregas Harriwardoyo bekerja sebagai seniman di rumah mereka di Pamulang, membuat barang keramik yang diperjualkan di toko souvenir mewah di Jakarta Pusat. Mendengar keterangan mereka, terasa suasana ketulusan dan kerja keras tapi juga optimisme besar pada dua orang muda dengan harapan positif pada pasar barang modern yang sehat.

Selamat bekerja, Budi dan Nina.