Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

PROFIL: Hendrik

Belajar berenang secara alamiah

Edisi 9001 | 27 Des 2005 | Cetak Artikel Ini

Mulai hari ini Perspektif Baru memperkenalkan Profil , wawancara yang disajikan dalam format ringkasan. Profil memperluas persaudaraan Perspektif Baru mencakup orang yang belum sempat mendapat wawancara lengkap. Paling tidak, kita disadarkan akan luas dan ragamnya dunia Perspektif Baru. Pada kesempatan pertama ini kami perkenalkan Saudara Hendrik, profesional dalam bidang instruksi renang.

Pak Hendrik adalah guru renang di Pondok Indah Water Park. Tiap pagi jam 6 ia berdinas mendampingi murid renang yang datang dari berbagai kalangan dan berbagai usia. Dari mulai usia 6 tahun sampai 77 tahun. Dari mulai anak pra-sekolah sampai pensiunan BUMN. Bahkan produser Perspektif Baru, Sinda Adina, adalah juga 'alumna' pengajaran renang dari Pak Hendrik. Setelah beberapa kali les sekali seminggu, Sinda telah bisa berenang sendiri kadang-kadang didampingi suami yang adalah perenang berpengalaman.
 
Pak Hendrik berasal dari Flores dan dibesarkan di Kupang. Karena dari kecil mengenai air laut yang jernih di pantai dan pulau sekitar Flores, maka air menjadi habitat kedua bagia pria santun ini. Setelah selesai sekolah menengah maka bakat alam renang Pak Hendrik dilanjutkan dengan Sekolah Olahraga. Sekarang dasar pengalaman yang kokoh dilengkapi dengan teori gerak dan teori kebugaran. Renang, menurut banyak ahli kesehatan, adalah olahraga paling sempurna bagi manusia. Bagi pewawancara PB Wimar, kelebihan renang juga adalah bahwa olahraga ini menghilangkan kendala sakit pinggang dan berat badan. Tambah lagi kita tidak berkeringat jadi selalu nyaman. Anak didiknya mendapat perbaikan dalam kualitas hidup dengan menjalani pendidikan renang dari Pak Hendrik.
 
Pak Hendrik menasehatkan, ketika kita melakukan gerak renang, janganlah terlalu pikirkan kaki, tangan atau pernafasan. Itu semua dipikirkan sebelum melakukan gerak renang. Lalu apa yang dipikirkan waktu kita berenang? Jawab Pak Hendrik:  "Yah, urusan kantor."