Yayuk Basuki
Yayuk Basuki, Ikon Tenis Indonesia
Edisi 727 | 01 Mar 2010 | Cetak Artikel Ini
Salam Perspektif Baru,
Saya penggemar tenis sejak lama sebelum saya terlibat mengurusinya. Saya sudah senang main sedikit-sedikit dan saya banyak menonton tenis. Kemudian oleh suatu kecelakaan sejarah saya mengurus dan bertemu lalu bekerja dengan Yayuk Basuki, bintang tenis Indonesia dan saya kenal baik, yang kini menjadi tamu kita.
Menurut Yayuk, dulu tenis Indonesia mencatat prestasi yang baik termasuk di Fed Cup. Bicara tentang Fed Cup, pengalaman yang paling saya ingat adalah di New Zealand sewaktu dia dan teman-teman meloloskan Indonesia menjadi juara zona Asia dengan mengalahkan Taiwan. Kita juga pernah menembus 16 besar dunia dan mengalahkan Italia. Sedangkan kini Indonesia terlempar ke grup II zona Asia yang sebelumnya belum pernah terjadi.
Yayuk Basuki mengatakan saat ini tenis Indonesia memang terpuruk sehingga menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama untuk memikirkan dan memperbaikinya karena mau tidak mau kita juga ikut sedih. Salah satu cara untuk membantunya, dia akan terjun dan aktif lagi. Yang pasti dia berusaha stay healthy untuk bermain lagi karena sebetulnya dia ingin memotivasi pemain-pemain muda. Ini salah satu yang akan dia gunakan untuk menginspirasi mereka karena sebenarnya kita memerlukan icon/idola untuk mempromosikan tenis.
Berikut wawancara Wimar Witoelar dengan Yayuk Basuki.
Hari ini betul istimewa dan lain dari biasa, dijamin menyenangkan. Di acara ini kita mewawancarai bermacam orang, dan persamaannya hanya satu yaitu orang tersebut bisa membuat kita senang, menginspirasi dan menjadi contoh. Sekarang perangkat-perangat publik di dalam masyarakat kita banyak mengalami masalah. Jadi kita tidak perlu bicarakan karena yang penting adalah walaupun institusi di Indonesia banyak yang berantakan, tapi individunya tetap berkobar dari dulu sampai sekarang, dan itu lebih terlihat lagi di bidang olah raga. Kalau kita bayangkan olahraga seperti sepak bola dimana prestasi kita diragukan, sebenarnya kita memiliki olah raga kelas dunia yang sama besarnya, banyak publikasinya, banyak uangnya dan di situ Indonesia berkibar.
Tamu kita Yayuk Basuki mewakili kebesaran Indonesia di bidang olah raga. Dia adalah bintang tenis, yang boleh dikatakan satu legenda. Beberapa minggu lalu saya kaget karena melihat dia bermain kembali di Australian Open berpasangan dengan mantan pemain nomor empat dunia Kimiko Date Krumm. Namun saya mengetahui banyak petenis besar Indonesia sebelumnya, dan saya suka bertemu Lany Kaligis, Lita Liem Sugiarto. Siapa saja women tennis great of Indonesia?
Bicara tennis great of Indonesia seperti Anda tadi sebutkan, sayang sekali generasi sekarang tidak banyak mendengar siapa saja para pelaku tenis sebelumnya atau siapa yang pernah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Tadi disebutkan ada Lita Liem Sugiarto dan Lany Kaligis. Lany Kaligis pernah menjadi juara Asia waktu itu.
Sampai dimana kiprah Lany dan Lita di Wimbledon?
Sebelum sekarang dibuat open dan profesional, ada semacam invitation. Mereka pernah mengharumkan nama bangsa, kalau tidak salah pernah masuk 16 besar atau kuartal final. Sebenarnya saya bukan pertama, tapi mungkin secara kategori profesional mungkin saya yang pertama.
Anda bukan yang pertama tapi Anda yang terakhir masuk 50 besar, bahkan lebih dari 50 besar. Berapa ranking tertinggi Yayuk?
Untuk tunggal saya pernah berada di peringkat 19 pada 1997. Untuk nomor ganda saya pernah peringkat tujuh dunia.
Berarti pada 1997 hanya ada 18 wanita di dunia yang main tenisnya lebih konsisten, lebih hebat dari Yayuk. Sedangkan kalau nomor ganda hanya ada enam orang yang lebih jago. Itu luar biasa.
Waktu itu beberapa kali menjadi pemberitaan karena membuat suatu hasil yang bagus. Salah satunya di nomor ganda. Terakhir saya berpasangan dengan Caroline Vis berhasil juara di Canadian Open dan Manhattan Beach. Sebelumnya saya pernah sampai semi final US Open. Saya baru kembali dari Pattaya, Thailand dan tournament directornya mengatakan "I very an honour to meet you again." Dia mengatakan di turnamen yang telah berlangsung 19 tahun tersebut saya adalah juara untuk tahun pertama dan ketiga, dan sekarang di turnamen ke 19 kali saya balik lagi.
Apakah Anda bermain di nomor ganda atau tunggal?
Di ganda. Jadi sewaktu welcome party sampai diumumkan kepada undangan yang hadir karena mereka senang kita mencoba kembali untuk meramaikan turnamen di Pattaya kemarin.
Setelah Yayuk, di kancah tenis Indonesia ada yang menonjol yaitu Angelique Widjaja yang beberapa kali main di Grand Slam Australia, Perancis dan Wimbledon sebagai juara junior tapi dia cedera sehingga akhirnya berhenti. Bicara mengenai Australia Open tahun ini, mengapa Yayuk bisa bermain di sana dengan Kimiko Date Krumm yang juga sudah lama tidak main?
Awal mulanya, sebelum di Australia Open saya main di beberapa turnamen di Jepang dan bertemu dengan Kimiko Date Krumm di Japan Open. Kebetulan saya juga baru merintis, ibaratnya mencari point lagi. Kimiko Date Krumm sudah duluan, kebetulan dia juga turun di tunggal jadi peringkatnya sudah lebih tinggi duluan dan akhirnya ketemu dan ngobrol. Memang Kimiko Date akrab dengan saya. Saya dulu berpasangan dengan Nana Miyagi karena terus terang saja Kimiko Date Krumm waktu itu hanya fokus di tunggal, kalau dia main di ganda pasti Kimiko Date Krumm dan saya jadi pasangan. Mereka juga bicara mengenai turnamen bahwa generasi sekarang lebih ke bisnis dan lebih ke ego. Berarti tour ini membutuhkan orang seperti kita lagi. Akhirnya kita sepakat mencoba mencari peringkat lagi agar suatu hari nanti mungkin kita bisa bermain ganda bersama. Kemarin mulai beberapa turnamen, dan saya sudah mendapat finalis di Taiwan dan semi finalis di Jepang. Kita berminat minta wild card untuk Australian Open. Sayangnya peringkat kita belum terlalu bagus untuk bisa masuk langsung, akhirnya Kimiko Date Krumm berjuang untuk mendapatkan wild card dan kita dapat.
Apa yang dulu terasa paling berkurang dalam segi-segi permainannya?
Untuk segi permainan banyak, para pelatih melakukan evaluasi bahwa anak sekarang secara game plan tidak lebih bagus daripada yang pernah kita lakukan. Mereka sekarang lebih ke power game, dan banyak orang mengatakan justru jenuh karena permainan anak sekarang seperti robot.
Bicara power game, Yayuk dulu pernah menjadi pemukul serve tercepat di dunia. Bagaimana dengan sekarang?
Sekarang saya masih exist untuk permainan power game dengan Kimiko Date Krumm. Kita bukan tertinggal dari anak sekarang, justru dari strategi permainan kita lebih smart.
Usia berapa Yayuk ikut pertandingan pertama kali?
Pertama ikut pertandingan usia delapan tahun di Yogjakarta dengan mengikuti Pekan Olahraga Nasional usia 10 tahun. Dulu belum ada batas usia dan peraturan. Sekarang sudah diperketat yaitu usia untuk ikut pertandingan minimal 14 tahun.
Berapa lama Anda masuk tenis profesional?
Saya masuk turnamen profesional (pro) dari 1990. Sebenarnya terlambat untuk terjun di pro tapi better late than nothing. Walaupun terlambat terjun pro pada usia 20 tahun, tetapi dalam waktu enam bulan saya bisa tembus peringkat top 50. Sejauh ini saya mengikuti Wimbledon sudah 10 tahun dan bukan wild card. Semua grand slam diikuti mulai dari Australian Open, French Open, Wimbledon sampai US Open.
Sejauh mana turnamen tersebut akan diikuti lagi karena saya dengar Yayuk punya rencana untuk masa depan?
Untuk saat ini saya tidak bisa terjun sepenuhnya di profesional seperti dulu karena sudah punya keluarga dan bekerja. Saya harus bisa membagi waktu, tetapi saya ada rencana ke Eropa sekitar akhir Maret nanti mulai clay court season di Spanyol untuk mengejar point. Kalau gol saya dan Kimiko Date sebagai pasangan, kita akan masuk di Wimbledon lagi. Kita memang ada rencana sebagai pasangan terus. Peringkat Kimiko Date di ganda saat ini juga belum bisa dikatakan bagus, nilai kita sudah dekat sama-sama di seratus sekian. Hanya dia bisa menggunakan peringkat tunggal untuk main di ganda. Kimiko Date sekarang kembali menjadi juara satu lagi di Jepang. Usia Kimiko dan saya yang menjelang 40 tahun ini akan menjadi record karena kita akan menjadi yang paling tua dalam turnamen. Kalau ganda memang lebih bisa manfaatkan pengalaman strategi bermain yang lebih dominan.
Yayuk kemarin main di Australian Open dan tentunya Yayuk juga mengikuti dan membina tim untuk Fed Cup. Saya ingat Fed Cup adalah salah satu prestasi Yayuk, dan yang luar biasa adalah sewaktu di New Zealand. Apa yang dimenangkan di sana?
18 tahun saya persembahkan waktu untuk main di Fed Cup. Saya rasa ini yang terlama untuk seorang pemain di Indonesia bahkan di dunia. Sedihnya beberapa tahun terakhir saya tidak diberi info lagi mengenai Fed Cup. Saya mengetahuinya sewaktu saya di Thailand dan seorang teman menanyakan mengapa saya tidak ikut Fed Cup. Bicara tentang Fed Cup, pengalaman yang paling saya ingat adalah di New Zealand sewaktu kita meloloskan Indonesia menjadi juara untuk zona Asia dengan mengalahkan Taiwan. Saya tetap mendoakan yang terbaik, semoga kita bisa menjadi yang terbaik lagi di Asia. Indonesia masih terpuruk di grup dua. Ada dua grup di sini yaitu group satu yang merupakan grup terbaik zona Asia yang kini berisi Jepang, New Zealand, Thailand, Taiwan, Uzbekistan, Korea, Kazakhstan, dan Indonesia berada di peringkat paling bawah sehingga terlempar ke grup dua. Di group dua ada Hongkong, Filipina, dan beberapa negara lain. Sebelumnya, Indonesia belum pernah terlempar ke grup dua dan untuk menjadi juara lagi kita harus menjuarai grup dua. Mencoba berpikir positif bahwa anak-anak ini dapat membawa kita lolos ke grup satu lagi, tetapi terus terang saja ini yang terburuk dalam sejarah. Di New Zealand kita menjadi juara zona Asia dan saat ini kita menjadi juru kunci. Kita pernah menembus 16 besar dunia dan mengalahkan Italia juga. Saya pernah mengalahkan enam pemain top ten dunia, sedangkan yang belum pernah dikalahkan salah satunya adalah Steffi Graf, Monica Seles, Conchita Martinez dan Arantxa Sanchez.
Kita seharusnya mencari sponsor bagi Yayuk Basuki agar bisa memusatkan perhatian kepada tenis. Apakah tenis kita sekarang terpuruk karena sekarang orang tidak terlalu suka dengan tenis? Bagaimana tingkat di luar turnamen?
Kita memang terpuruk pada saat ini, menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama untuk memikirkan dan memperbaikinya karena mau tidak mau kita juga ikut sedih. Salah satu cara untuk membantunya, saya akan terjun dan aktif lagi. Yang pasti saya akan berusah stay healthy untuk bermain lagi karena sebetulnya saya ingin memotivasi pemain-pemain muda. Ini salah satu yang akan saya gunakan untuk menginspirasi mereka karena sebenarnya kita memerlukan icon/idola untuk mempromosikan tenis.
Apakah sekarang untuk peringkat nomor satunya bergantian, atau memang stabil tapi tidak kharismatik?
Untuk di Indonesia memang belum bisa ada yang dijadikan idola pada saat ini, apalagi untuk bicara sampai sponsorship. Akhirnya kemarin untuk beberapa produk saya dilibatkan, bahkan saya juga dilibatkan di Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Menpora) untuk menginspirasi dan memotivasi yang muda.




