Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Baharoedin Ildrem Siregar

Membangun Kesadaran Mencegah Stroke

Edisi 713 | 22 Nov 2009 | Cetak Artikel Ini

Salam Perspektif Baru,

Kesehatan adalah salah satu masalah terbesar di negara kita, dan salah satu juga yang sering kali ada di sekitar dan "menghinggapi" diri kita, sanak saudara adalah penyakit stroke. Kita akan membicarakan stroke dengan Baharoedin Ildrem Siregar, ahli neurolog dari RSPI dan MMC Kuningan, Jakarta. Dia juga pengurus inti Perhimpunan Hukum Kesehatan Indonesia (Perhuki) Pusat, Pendiri dan Pembina Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), serta anggota dari Western Pacific Critical Care Society.

Baharoedin Ildrem Siregar mengatakan pencetus terbesar stroke adalah pola hidup (lifestyle) yang tidak baik, misalnya kurang tidur, merokok, workaholic, tidak kenal lelah, banyak makan lemak. Itu bisa menyebabkan hipertensi sehingga bisa menyebabkan stroke. Jadi stroke lebih banyak akibat pola hidup. kalau kita memodifikasi pola hidup pasti bisa mencegah stroke. Misalnya, hidup lebih teratur, makan teratur, jangan makan daging terlampau banyak, jam tidur yang cukup, dan olah raga yang sesuai dengan umur.

Menurut Baharoedin, jika terkena stroke maka bisa mengganggu sosial ekonomi keluarga. Jadi harus ada upaya mempromosikan upaya pencegahan stroke. Dalam hal ini bisa dengan mengikuti sistem kesehatan nasional. Mulai dari Puskesmas di kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi harus diadakan penyuluhan-penyuluhan bagaimana hidup teratur, makan sehat, dan lain-lain. Mereka harus jadi benteng terdepan untuk memerangi stroke.

Berikut wawancara Faisol Riza dengan Baharoedin Ildrem Siregar.

Stroke dilaporkan sebagai penyakit yang termasuk dalam kategori menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Jadi kita tidak bisa menganggap enteng, kadang-kadang penyebabnya bisa sangat sederhana, tetapi akibat yang timbul bisa mematikan. Mengapa kita begitu mudah terserang stroke?

Sebetulnya bukan mudah. Kalau kita mau hidup sehat maka bisa dengan menjalankan promotive (promosi) kesehatan dulu, kemudian preventive (pencegahan), baru ada currative (pengobatan), lalu rehabilitasi. Kalau kita mengikuti program promotive berarti kita yang orang sehat jangan sampai terkena penyakit-penyakit yang bisa menimbulkan kecenderungan menjadi stroke. Jadi hidup sehat senormalnya. Jangan memiliki gaya hidup yang terlampau gelisah, hiruk pikuk, stress. Hidup normal saja. Kita melakukan program preventive kalau ada faktor risiko, misalnya, ada hipertensi, penyakit jantung, diabetes. Jadi kita harus hidup sehat untuk mencegah supaya faktor risikonya tidak muncul di badan kita.

Dulu stroke hanya diderita oleh orang usia lanjut, tapi sekarang usia muda bisa terkena bahkan seperti penyakit yang tiba-tiba menyebar di kalangan orang muda. Mengapa bisa terjadi pada usia muda karena biasanya orang muda lebih sadar akan kesehatan?

Kita ambil batas usia 45 tahun ke bawah adalah stroke muda, dan 45 tahun ke atas stroke tua. Kalau stroke tua berarti dia terkena hipertensi, jantung, diabetes, dan lain-lain. Kalau stroke muda biasanya karena ada kelainan anomali vascular atau kelainan pembuluh darah bawaan. Misalnya, ada anorisma yaitu dinding pembuluh darah yang melebar, elastisitasnya sudah tidak bekerja dengan baik, jadi mudah pecah. Ada juga yang pembuluh darahnya memiliki kelainan bawaan, yaitu strukturnya seperti benang kusut. Pembuluh darahnya sudah lemah dan mudah pecah, Itu juga bisa menyebabkan stroke.

Apa saja jenis stroke?

Stroke itu ada yang berdarah dan yang tidak berdarah. Yang tidak berdarah biasanya karena hipertensi pada orang tua, misalnya ada kolesterol tinggi, asam urat tinggi, kekentalan darah. Itu membuat dinding pembuluh darah sebelah dalam bisa menebal, menumpuk, trombositnya mengendap dan bisa menyumbat di lokasi pembuluh darah tersebut. Yang tidak berdarah juga bisa karena dari jantung yang menyebabkan emboli lalu tersangkut di pembuluh darah tersebut.

Apa bagian di dalam tubuh manusia yang sebenarnya diserang oleh stroke?

Pembuluh darah di otak. Misalnya, akibat trombosit atau kolesterol menumpuk di salah satu pembuluh darah di otak, maka itu bisa menyumbat darah ke otak, sehingga sumbatan itu menutup area untuk supply darah di bagian otak. Otak yang biasa mendapat supply darah lalu tidak ada asupan darah, maka tentu bagian itu akan mati.

Apakah itu yang kemudian membuat tubuh bisa mati separuh?

Kalau tubuh mati separuh tergantung lokasi penyumbatan. Ada stroke yang tidak menimbulkan lumpuh, tidak ada kelainan motorik. Jadi kalau penyumbatan itu letaknya di daerah motorik yaitu di otak maka bisa lumpuh. Namun kalau letak penyumbatannya di silent zone, tidak ada denyut fungsi maka tidak akan apa-apa.

Kalau orang yang tiba-tiba tidak bisa bicara namanya afasia. Tidak bisa bicara tiba-tiba karena ada sumbatan di daerah verbalisasi, bukan di daerah motorik. Kelainan di visit neurologist yang terjadi itu tergantung lokasi sumbatan yang terjadi di otak.

Apa saja klasifikasi stroke tersebut?

Stroke bisa diklasifikasikan menurut jam. Kalau tiba-tiba kesemutan sebelah atau lumpuh sebelah hanya sebentar saja kemudian membaik dalam 24 jam maka itu namanya Transient Ischemic Attack (TIA). Artinya, itu serangan sepintas, hanya gejala sebentar saja, lalu kembali normal. Kalau sudah terkena itu harus hati-hati karena 30% bisa terkena stroke benaran. Bisa kena lumpuh untuk lebih permanen. Faktor risikonya harus dicari, apakah karena jantung, diabetes, hipertensi, dan itu harus diobati ke dokter.

Satu lagi, stroke yang berdarah adalah kalau hipertensi tidak diobati maka pembuluh darahnya bisa pecah karena asupan darah dalam otak tidak mencukupi (insufficient). Jika tidak mencukupi tentu ada kerusakan di jalur sistem saraf sehingga bisa lumpuh, kesemutan, pelo, tergantung lokasinya dimana.

Kalau melihat masyarakat kita yang kesadaran untuk hidup sehat masih sangat kurang, apa pencetus stroke terbesar di Indonesia?

Pencetus terbesar adalah pola hidup (lifestyle) yang tidak baik, misalnya kurang tidur, merokok, workaholic, tidak kenal lelah, banyak makan lemak. Itu bisa menyebabkan hipertensi dan bisa menyebabkan stroke.

Pada era 1980 jarang ada vertigo tapi zaman sekarang banyak. Itu akibat pola hidup, misalnya, janjian tidak bisa tepat waktu bisa menyebabkan stress, gelisah. Makan tidak teratur dengan banyak vetsin, dan makanan berbumbu tajam seperti masakan Padang, itu paling bahaya. Zaman sekarang banyak sekali vertigo karena pola hidupnya yang tidak benar.

Apakah itu bisa berubah kalau saya memiliki gejala tersebut?

Kalau ada modifikasi pola hidup pasti bisa. Misalnya, hidup lebih teratur, makan teratur, jangan makan daging terlampau banyak, jam tidur yang cukup, dan olah raga yang sesuai dengan umur. Olah raga untuk usia di atas 50 tahun adalah jalan kaki cepat, renang sedikit, naik sepeda. Jangan badminton, tenis dan jangan melakukan olahraga yang memerlukan gerakan tiba-tiba, yang bisa menyebabkan jantung mendadak berdetak cepat. Apalagi bila ada faktor risiko seperti hipertensi. Jadi mesti diperhatikan olah raganya.

Tadi penyebab stroke sudah diketahui. Kalau untuk melihat kerangka yang lebih besar, Apa yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah sistem?

Ikuti sistem kesehatan nasional. Mulai dari Puskesmas di kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi harus diadakan penyuluhan-penyuluhan bagaimana hidup teratur, makan sehat, dan lain-lain. Mereka harus jadi benteng terdepan untuk memerangi stroke ini.

Apakah perlu masyarakat dipaksa?

Wah jangan, sesuatu yang dipaksakan bisa menjadi stres. Stres bisa menyebabkan hipertensi, hipertensi bisa menyebabkan stroke.

Apa tujuan Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) dibuat?

Kita ada organisasi profesi dan organisasi masyarakat. Yastroki adalah organisasi masyarakat. Jadi anggotanya bisa Neurolog dan awam. Jadi semacam lembaga swadaya masyarkat (LSM). Kantornya berada di Menara Kuningan lantai 2, Jakarta. Tujuannya untuk lebih menyadarkan masyarakat dengan program penyuluhan supaya mereka lebih mengenal stroke dan tanda-tandanya karena masyarakat umum terkadang belum mengerti stroke.

Salah satu tanda stroke adalah jika ada sesuatu yang tiba-tiba karena pembuluh darah tersumbat tiba-tiba. Jadi sesuatu yang tiba-tiba adalah selalu vascular (sirkulasi darah). Misalnya, orang awam mengalami kesemutan sebelah yang tiba-tiba. Bukan kiri dan kanan tapi hanya sebelah. Dalam hal ini otak kita terbelah dua yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak sebelah kiri mengurus badan sebelah kanan, begitu pula sebaliknya. Kalau ada asimetri sebelah saja yang kesemutan, nah kita musti curiga stroke, walaupun orangnya masih sadar dan masih bisa bicara. Selain itu, ada mata yang tiba-tiba buta sebelah kiri atau kanan, misalnya, itu karena ada sirkulasi darah yang tersumbat. Walaupun tidak ada kelumpuhan sebelah. Intinya adalah sirkulasi darah ke otak yang tiba-tiba terhenti.

Apa saja kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti masyarakat dari Yastroki?

Kegiatannya bisa diikuti di www.yastroki.or.id atau hubungi nomor telpon 021-30014932.

Melihat fenomena dari tahun ke tahun, apakah ada peningkatan atau perbaikan dari upaya-upaya pencegahan stroke ini?

Kalau saya melihat ada peningkatan karena makin bertambahnya manusia dan makin banyaknya orang tua yang berpotensi hipertensi. Orang tua memiliki pembuluh darah sudah tua, sudah kaku, sklerotik sehingga berpotensi stroke juga.

Di daerah-daerah yang tidak terjangkau informasi yang lengkap tentang stroke, apa upaya pencegahan stroke terkait soal makanan misalnya yang boleh dimakan dan tidak?

Pada umumnya sayur dan buah-buahan bagus untuk kesehatan. Yang berbahaya adalah garam, vetsin, santan, dan banyak minyak. Ikan teri dan ikan asin tidak baik karena banyak mengandung garam. Jadi harus pilih-pilih makanan. Lifestyle juga sangat menentukan, misalnya, terlampau workaholik. Jadi waktunya tidur jangan dipaksakan untuk tetap bangun. Jangan sampai kurang tidur karena bisa menyebabkan hipertensi dan berbagai penyakit, apalagi bila sudah usia lanjut.