Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Delon

Saya Ingin Menyanyi Sampai Tua

Edisi 456 | 06 Des 2004 | Cetak Artikel Ini

Selamat bertemu kembali para penggemar Perspektif Baru. Hari ini sangat cerah dan bahagia karena tamu kita ini akan membuat anda senang. Kita mendapat kehormatan atas kedatangan tamu kali ini sekaligus juga karena melalui tamu kita ini dibuktikan terbukti bahwa Indonesia sangat luas, sangat ragam sehingga acara yang bisa dibilang serius semacam ini, tamunya tidak terbatas dari bidang politik, ekonomi, atau dari bidang ilmiah. Tapi juga dari orang-orang yang memang memberi kehidupan dan warna pada keseharian kita. Kalau anda melihat kilas balik tahun 2004 yang hampir selesai, nama siapa yang paling terkenal di Indonesia? Megawati, SBY, juga Joy dan Delon. Dan yang telah hadir saat ini di studio adalah Delon. Perbincangan ini akan dipandu oleh saya, Wimar Witoelar.

Pasti kehidupan anda sangat berubah setelah menjadi bintang. Saya baca di salah satu media, awal tahun 2004, anda kalau menyanyi di acara perkawinan honornya masih 50 ribu rupiah sampai 300 – 400 ribu. Saya yakin honor anda sudah lebih jauh diatas itu, perubahan apa yang anda rasakan? Hari ini bangun tidur terus ngapain?

Bangun, lalu jemput teman. Setelah itu fitting (mencocokkan baju-red) di Ronald.  Setelah wawancara ini saya harus ke RCTI lalu ke Grand Hyatt.

 

Setelah ikut Indonesian Idol, hidup anda jadi lebih berat atau lebih ringan?

Ada beratnya, ada ringannya.

 

Beratnya dimana, ringannya dimana?

Lebih cenderung ke tengah-tengah.

 

Katanya anda tidak mau dikenal hanya sebagai salah satu pemenang Indonesian Idol, tapi memang ingin berkiprah terus di panggung musik Indonesia. Apa berarti semua kegiatan di luar musik anda hentikan?

Dalam arti kata lepas, atau selesainya Indonesian Idol, saya masih dikenal sebagai Delon Indonesian Idol. Mudah-mudahan di kemudian hari orang menilai bahwa saya bukan dari Indonesian Idol saja. Jadi, disana ada nama Delon Thamrin. Bukan Delon Indonesian Idol yang ada embelnya Idol.

 

Orang kebanyakan tidak tahu nama panjang anda yaitu Stanislaus Alexander Liauw Delon Thamrin. Mengapa Delon yang diambil dari empat nama itu?

Karena nama aslinya Delon, terus dipikir-pikir. Waktu melahirkan, mama saya suka banget Alain Delon.

 

Ibu anda sekarang ini apa kegiatannya?

Mama masih seperti yang dulu. Ibu rumah tangga yang mengurus anak-anaknya.

 

Ditengah kesibukan, apakah masih punya waktu berbincang dengan ibu anda?

Sering sekali, apalagi kalau saya tinggal di rumah sekarang. Saya menghabiskan waktu banyak dengan mama. Mama sekarang sendiri karena papa saya meninggal tahun 2001 lalu.

 

Anda tinggal di daerah Mangga Besar yang lebih tepat dikatakan sebagai daerah perdagangan dibanding daerah hiburan. Apakah ada darah pedagang mengalir dalam keluarga anda?

Memang Mangga Besar itu lebih menonjol sebagai daerah perdagangan daripada dunia seni. Di Mangga Besar itu tidak pernah sepi. Banyak juga tempat hiburan disana.

 

Anda sendiri pernah kerja sebagai tenaga penjual (sales). Apa yang anda jual?

Saya pernah menjual spring bed, pernah juga jualan plastic wares.

 

Anda pernah berpikir bahwa anda bisa menjadi produk komersial diluar menyanyi dan musik?

Paling iklan saja. Kalau misalkan layar lebar atau sinetron, mungkin saya mau nyanyi dulu.

 

Anda sekarang sedang mengerjakan album “Bahagiaku”. Apa isinya dan apa yang anda cari melalui album itu?

Kebahagiaan, simple saja. Album ini sendiri berisi beberapa lagu Indonesian idol, seperti pernah dengar dalam satu kompilasi, Indonesian All Time Hits. Kemudian, ada lagu “Ekspresi”, “Aku Ingin”, dan duet lagu “The Prayer”.

 

Kesan publik, anda mirip Josh Groban, baik dalam suara maupun penampilannya. Anda senang dipersamakan dengan Josh Groban?

Awalnya seneng, lama kelamaan…makin seneng (tertawa).  Saya merekam beberapa lagu dari album pertama Josh Groban seperti “To Where You Are”. Saya sendiri sangat senang dengan Josh Groban. Dan album yang kedua, You Raise Me Up muncul. Kalau bisa dibilang, albumnya fantastik.

 

Yang Fantastik itu lagunya, penampilan anda, atau perasaan anda waktu menyanyikan lagu itu?

Saya melihat video klipnya, dia menyanyikannya santai tapi dia bisa mengeluarkan isi hatinya saat membawakan lagu itu. Tidak semua orang bisa seperti itu.

 

Selanjutnya aliran yang akan tempuh akan sama dengan seperti Josh Groban, atau anda ambil lebih lebar?

Mungkin untuk saat ini jenis seperti itu. Tapi kalau aliran itu terus-menerus lama kelamaan akan menjadi basi. Saya akan rubah mungkin, mengenal lagu up-beat, atau lagu semacam jazz atau slow rock, atau rock..

 

Sebelum ikut Indonesian Idol, khan anda sering menyanyi di acara perkawinan. Anda sudah sering bawa lagu Josh Groban?

Yang paling sering diminta pengantin adalah “The Prayer”.

 

Selain lagu itu, apakah ada yang meminta anda menyanyikan lagu The Wedding atau Hawaiian Wedding Song?

Ada, lagu This Is The Moment, Hawaiian Wedding Song. Banyak lagu cinta yang diminta, tapi lagu-lagu patah hati itu tidak boleh dinyanyikan.

 

Setelah mengikuti Indonesian Idol, masih pernah muncul di luar? Mungkin bukan pada acara perkawinan.

Mmm....paling pada saat gathering kemarin. Kita menyelenggarakan Deloners Gathering yang cuma pakai single keyboard. Itu bagian yang kecil sekali. Ada yang besar seperti band, tapi masih ada yang minus one karena bandnya juga ada yang belum mengenal lagu-lagu dalam album itu.

 

Tapi setelah anda jadi bintang, lebih gampang dapat pacar, atau lebih susah?

Itu dia pak.... Saya sedang tidak memikirkan kehidupan cinta. Saat ini lebih memikirkan bagaimana tetap eksis.

 

Darimana anda menjiwai lagu cinta sementara anda sedang tidak memikirkan?

Mendalami arti lagu itu lewat kita dengar dan kita baca liriknya. Lalu coba kita tampilkan di cermin.

 

Benar-benar di depan cermin?

Betul-betul di depan cermin kita membawakan lagu itu. Kita lihat wajah kita, kita gabungkan kata-katanya. Apa akan benar-benar bisa membawakan? Pasti. Saya selalu begitu, kalau ada lagu percintaan atau lagu putus hati.

 

Jadi penyanyi, baik suara maupun gambar sudah dipersiapkan untuk video. Satu langkah lagi adalah akting di TV atau sinetron. Anda bilang belum mau ke situ, tapi ujung-ujungnya akan ke situ?

Ujung-ujungnya nanti saya nggak  tahu akan jadi apa saya. Saya tidak mau mikirin seperti itu, karena kalau dipikirin pasti banyak tantangannya. Yang saya pikirin ya..langkah demi langkahnya saja. Mengenai menyanyi, kalau bisa, tetap eksis.

 

Mungkin anda bisa cerita sedikit apa yang dimaksud eksis itu?

Maksud saya, penyanyi Indonesia yang saya lihat hanya satu musiman saja. Saat ada bibit baru lagi naik, atau ada seseorang yang lagi melonjak namanya, ia harus bisa mempertahankan pelonjakan itu. Jangan seperti grafik menurun tapi inginnya yang terus menanjak 10, 20, 30, 40  terus eksis. Misalkan bisa sampai 50 atau 60 terus menyanyi. Saya pribadi ingin seperti itu.

 

Dalam penyanyi ada tidak persaingan? Dan kira-kira seperti apa bentuknya?

Pada dasarnya saya cuek orangnya. Cuek itu tidak perduli akan persaingan, akan apa yang terjadi. Dalam pikiran saya tidak ada pikiran bersaing dengan penyanyi yang lain, senior atau junior. Bagi saya, buat apa seperti itu, jalani saja apa adanya.

 

Setelah Indonesia Idol, apakah anda merasa disambut oleh penyanyi senior? Ataukah mereka merasa tersaingi?

Pasti ada persaingan. Tapi sampai saat ini tidak ada. Sampai sejauh ini mereka mendukung. Malah mendukung sekali.

 

Segmen pendengar mana yang anda tuju?

Siapa ya... saya punya teman yang memegang Deloners Fans Club. Saya lihat yang menjadi bagian dari Deloners ada yang umurnya 2 tahun.

 

Ada website Fans Club anda?

Fans club Delon itu www.deloners.com

 

Jadi umurnya pendengar anda …

Lebar, tidak terjangkau. Sampai kemarin, saya juga melihat ada ibu-ibu berumur 60 tahun mendaftar. Jadi khusus yang berusia dua tahun mudah-mudahan jangan pindah hati.

 

Bagaimana masa kecil anda?

Masa kecil saya agak kurang bahagia. Tapi seperti anak yang lain, saya juga senang main gundu atau kelereng. Main centilan, main lingkaran. Karambol juga.

 

Saya agak sering wawancara pemain tenis atau pemain bola, mereka selalu punya karir lain karena terbatas umur untuk tetap berprestasi. Anda membayangkan harus punya karier yang lain di masa depan?

Saya pribadi maunya konsentrasi di musik. Saya mau menambah kemampuan saya dalam bernyanyi karena itu talenta yang dikasih Tuhan. Sayang kalau tidak dikembangkan. Saya ingin menyanyi sampai usia tua.

 

Seperti Frank Sinatra yang menyanyi sampai umur 72-73. Bisa nyanyi lagu Frank Sinatra?

Ya, bisa donk pak…

 

Kembali soal kelompok umur, kalau ada perkumpulan, dua-duanya mengundang anda untuk menyanyi. Uangnya sama, fasilitasnya sama, tapi yang satu itu direktur-direktur bank umur 40-60 dan yang satu lagi kumpulan anak-anak kaya umur 15-30, yang mana yang anda pilih?

Mungkin yang saya pilih dua duanya.

 

Bagaimana?

Satu tampil jam 4-6, satu lagi jam 10-12.

 

Terima kasih Delon, kita telah berbincang selama 24 menit dan kita belajar banyak. Anda bukan hanya penyanyi, tapi memang orang Indonesia yang pasti akan eksis.