Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Medina Warda Aulia

Mengejar Juara Dunia Catur

Edisi 1227 | 10 Okt 2019 | Cetak Artikel Ini

Salam Perspektif Baru,

Kita akan berbicara mengenai dunia olah raga catur dan prestasi seorang wanita pecatur termuda di Indonesia. Kita wawancara mengenai mengenai hal tersebut dangan Medina Warda Aulia, Grandmaster catur wanita termuda di Indonesia. 

 

Menurut Medina, sekarang sudah mulai banyak orang yang tertarik pada olah raga catur. Jadi mulai belajar catur biasanya dari umur lima tahun, dan sudah mulai menjejang karirnya untuk woman Grand Master, akhirnya akan lebih mudah. Juga lebih terinci jenjangnya untuk mendapatkan gelar Grand Master. Jadi di umur-umur seperti itu masih sangat fokus bagi anak-anak kecil untuk bisa berprestasi. Kalau sudah makin tua maka biasanya makin banyak fokus lainnya yang harus dipikirkan.

 

Medina mengatakan setiap mau ada pertandingan setiap pecatur diharuskan untuk fokus, jadi salah satu tantangan tersendiri untuk pecatur adalah fokusnya. Biasanya sebelum tanding dia berusaha lebih menenangkan diri dan melakukan apapun yang menurut saya enjoy.

 

Berikut wawancara Perspektif Baru dengan Wimar Witoelar sebagai pewawancara dengan narasumber  Medina Warda Aulia.

Medina saat ini adalah seorang pecatur muda yang luar biasa. Dia baru saja memenangkan turnamen catur tingkat dunia, dan Anda memulainya dari usia yang awal yakni umur 9 tahun. Walaupun begitu saya anggap ini cepat karena Anda sudah menjadi juara dunia sekarang, apakah itu untuk kategori umum?

 

Kemarin saya juara dunia antar pelajar, dan untuk kejuaraan dunia kategori umum akan digelar pada 2020 dimana saya akan mewakili Asia. Itu diselenggarakan di Belarus pada September 2020.

 

Saya sangat kagum pada pemain catur karena saya tahu bagaimana peliknya, susahnya, dan bervariasinya permainan catur. Saya memang main catur sejak umur 6 sampai 9 tahun. Saya bangga bisa mengalahkan Bapak dan Om saya, tapi setelah itu tidak ada kemajuan. Mungkin memang ada batasnya. Bagaimana dengan Medina, kapan merasakan  mencapai puncaknya, atau sampai sekarang belum merasakan?

 

Saya merasakan sampai puncaknya saat saya mendapatkan momen gelar Grand Master karena   itu adalah gelar tertinggi di kategori wanita. Sewaktu mendapatkan gelar itu, saya menjadi Women Grand Master termuda di Indonesia. Itu salah satu puncak tertinggi karir catur saya.

 

Kapan Anda mendapatkannya?

 

Saya mendapatkan gelar itu pada 2013.

 

Berapa jumlah Woman Grand Master di Indonesia?

 

Di Indonesia baru ada dua orang.

 

Ada dua dan Anda adalah salah satu diantaranya. Bagaimana dengan Grandmaster laki-laki, berapa jumlahnya sekarang?

 

Grand Master laki-lakinya ada tujuh orang saat ini, tapi banyak yang sudah tidak aktif.

 

Dulu Utut Adianto juga adalah salah satu Grand Master yang pertama kali di Indonesia. Kalau Anda main dengan pemain top di Indonesia atau  dipertandingkan misalnya, Anda pernah kalah sama siapa?

 

Kalau saya selalu kalah main catur melawan GM Susanto Megaranto. Dia adalah salah satu Grand Master putra yang paling  jago di Indonesia saat ini. Jadi setiap latihan juga sama dia, dan dia juga senior serta lebih jago. Jadi masih kalah dengan dia.

 

Bicara mengenai permainan catur, banyak pemain catur muda yang sudah Grand Master. Apakah karena pertumbuhan catur itu bisa selesai pada masa muda?

 

Itu karena sekarang sudah mulai banyak orang yang tertarik pada catur. Jadi mulai belajar catur biasanya dari umur lima tahun, dan sudah mulai menjejang karirnya untuk woman Grand Master, akhirnya akan lebih mudah. Juga lebih terinci jenjangnya untuk mendapatkan gelar Grand Master.

 

Apakah saat Anda masih berumur 10 tahun sudah bisa fokus dan tidak susah mendapat lawan main?

 

Ya, karena catur juga harus fokus. Jadi di umur-umur seperti itu masih sangat fokus bagi anak-anak kecil untuk bisa berprestasi. Kalau sudah makin tua maka biasanya makin banyak fokus lainnya yang harus dipikirkan.

 

Anda adalah juara nasional catur kategori perempuan pelajar. Siapa lagi yang masuk pertimbangan?

 

Saat ini  untuk kategori pelajar ada Samantha Edison. Dia adalah calon baru yang ditargetkan Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) untuk menjadi Woman Grandmaster selanjutnya.

 

Saat ini Medina menyandang status sebagai Grand Master wanita, bagaimanakah perhitungannya dan harus mencapai rating berapa?

 

Pertama, ada lima tingkatan gelar yang harus dicapai sebelum menjadi Grand Master (GM). Jadi ada Master Percasi, Master Nasional, Master Fide, Master Internasional, baru akhirnya GM. Untuk mendapatkan GM juga harus didapat dari tiga Norma. Jadi berarti harus tiga kali mengikuti internasional turnamen, dan dalam satu turnamen itu kita harus mendapatkan poin yang ditentukan, dan rata-rata rating pesertanya harus berapa, lalu juga harus dari berapa negara, harus berapa yang bergelar GM. Kemudian lihat juga misalkan rating kita berapa dan rating lawan kita berapa. Jadi banyak sekali pertimbangan untuk bisa mendapatkan satu Norma saja.

 

Apakah gelar dalam catur ini ada expired date atau tanggal kedaluwarsanya?

 

Kalo gelar catur tidak ada, kita seumur hidup mendapatkannya, yang bisa berubah adalah rating kita. Jadi kalau rating ini bisa naik dan turun.

 

Berapa rating Medina sekarang?

 

Sekarang sekitar 2.380-an.

 

Sekarang ada kompetisi catur di komputer dimana kita bisa mencoba melawan siapa saja di seluruh dunia karena catur itu sebenarnya bisa dinikmati tanpa perlengkapan yang terlalu hebat, tidak usah ke Mongolia, kita bisa di sini saja main sendiri.

 

Iya karena sekarang catur bisa diakses juga di laptop. Kita ada database yang namanya ChessBase, jadi data-data pertandingan-pertandingan bisa kita dapatkan di situ, dan partai-partai game terkenal pun kita bisa lihat di situ.

 

Apakah Medina masih suka mengakses ChessBase itu?

 

Setiap pertandingan pasti harus akses ChessBase karena di situ ada banyak pertandingan catur yang bisa kita lihat untuk dijadikan referensi persiapan. Jadi sebelum bertanding biasanya pecatur melakukan persiapan, kita melihat lawan kita tipe permainanya seperti apa. Misalkan lawan kita tipe penyerang, berarti bagaimana cara kita menyiapkan strategi untuk mempersulit lawan, itu adalah salah satu strategi sebelum pertandingan.

 

Studi Anda di Universitas Indonesia lancar dan sekarang sudah selesai dalam waktu yang kalau saya amati masuk akal. Apakah berarti tidak tersita waktunya untuk latihan  catur atau pertandingan?

 

Tentu tersita, namun dalam hal ini kampus pun mendukung. Misalkan saya sedang ada pertandingan, maka saya mendapatkan dispensasi dari kampus tapi saya tetap harus mengerjakan tugas-tugas kuliah. Kalau untuk belajar bisa dari laptop, jadi saya bisa belajar kapan dan dimana saja.

 

Apa pengertian belajar di sini?

 

Sama seperti latihan sebenarnya. Jadi kalau latihan catur seperti kita gali-gali lagi pengetahuannya yang terbaru, pembukaannya seperti apa, dan sebagainya.

 

Mempelajari pertandingan-pertandingan besar.

 

Iya seperti itu, misalnya pembukaan terbaru atau inovasi terbaru, atau bisa juga strategi-strategi dan taktik-taktik terbaru.

 

Apa pertandingan besar yang paling anda kagumi?

 

Saya sangat suka pertandingan Judit Polgar karena menurut saya dia menginspirasi untuk wanita-wanita dan pecatur.

 

Itu menjadi semacam role model juga.

 

Iya, untuk role model menunjukkan kalau kita bisa bersaing dan tidak kalah dengan pecatur putra. Saya sangat menyukai dia sebagai role model karena dia bisa terkenal dan menjadi juara dunia melawan pecatur putra.

 

GM Utut Adianto pernah membuat pertandingan simultan di Surabaya melawan 1.000 orang, apakah Anda pernah bermain melawan banyak orang?

 

Saya pernah memecahkan rekor dunia dengan melawan 650 pelajar nonstop secara online.

 

Sesuatu yang dicapai oleh Medina, juara catur internasional putri kategori pelajar itu luar biasa. Apakah pernah ada amatir atau anak-anak yang mau coba tes lawan Anda dan mereka mendapat berapa langkah?

Biasanya teman-teman sekolah, mereka itu tahu saya pecatur. Jadi mereka tertarik coba main catur dengan saya, jadi akhirnya kita main, dan biasanya kurang dari 10 langkah saja mereka sudah kalah.

Kalau misalnya ini contoh saja yang bisa dibayangkan mungkin oleh pendengar yang gemar catur juga, apabila mau mengalahkan orang dalam 10 langkah dan Anda pegang posisi putih misalnya, itu mulainya dengan pembukaan apa ya?

Biasanya saya maju dengan langkah ‘E4’ dan juga kuda yang saya majukan dan mengancam pihak lawan di ‘F7’. Jadi ini lebih ke strategi permainan Italia dan biasanya setelah 10 langkah lawan saya kalah. Tetapi misalkan lawannya tidak memperhatikan mereka kalahnya kurang dari 10 langkah, jadi memang tergantung lawannya.

Apakah Anda sendiri mempunyai masalah fokus atau konsentrasi dalam pertandingan? Misal kadang-kadang harus memaksa diri untuk tidak kehilangan fokus.

Iya memang setiap mau ada pertandingan diharuskan untuk fokus, jadi salah satu tantangan tersendiri untuk pecatur adalah fokusnya. Biasanya sebelum tanding saya berusaha lebih menenangkan diri dan melakukan apapun yang menurut saya enjoy.

Kembali pada tadi cerita Anda main simulasi pertandingan catur melawan 650 pelajar yang disponsori oleh Indosat, bisakah Anda menceritakannya kembali karena ini menarik sekali?

Jadi pertandingannya sistem online melalui aplikasi, nama aplikasinya ‘Medina Versus 650 Pelajar’ yang diciptakan oleh Indosat dan saya mainnya di kantor Indosat. Sedangkan para pelajarnya tersebar di seluruh Indonesia dan mainnya menggunakan smartphone. Saat itu waktu yang dibutuhkan untuk selesai lawan 650 pelajar adalah 11,5 jam.

Tetapi saat itu apakah ada yang menang di antara penantang itu?

Tidak ada. Sebenarnya bila penantang ada yang bisa menang, maka bisa mendapatkan hadiah berupa mobil. Namun tidak ada yang menang, ada yang draw juga sebanyak 8 kali. Kalau draw hadiahnya bagi penantang berupa uang.

Jadi memang hebat orang yang tidak bisa dikalahkan oleh 650 orang. Lalu, bagaimana mengatur sistem giliran menjalankan catur saat bertanding online itu?

Kalau gilirannya, saya duduk di depan layar besar. Jadi setiap ada orang melangkah, lalu saya melangkah juga, dan layarnya langsung terganti ke board berikutnya. Untuk saya tidak ada batas waktunya, namun para penantang diberi waktu 20 detik. Kenapa lawan hanya diberi waktu 20 detik karena dia harus menunggu selama giliran dengan 650 pelajar itu.

Apakah pertandingan seperti ini dilakukan secara berkala setiap tahun?

Ini diadakan sekali saja karena memang tujuannya untuk memecahkan rekor dunia juga dalam ‘simultan catur vs 650 pelajar nonstop online’.

Apakah pertandingan Medina diarsip dengan rapi?

Iya, diarsip rapi oleh Manager PB Percasi yaitu Kristianus Liem.

Misalkan saya mau lihat sewaktu Medina juara di Mongolia, seperti bagaimana pertandingannya. Jadi itu berarti bisa dicari.

Iya bisa dicari juga.

Okay, saat ini Medina sudah lulus dan menjadi juara dunia. Apakah program jangka pendek Anda?

Saat ini sedang fokus untuk SEA Games pada Desember 2019, dan juga fokus ke kejuaraan dunia selanjutnya yaitu 2020 di Belarus.

Apakah catur Indonesia posisinya nomor satu di SEA Games?

Sebenarnya hampir sama dengan Vietnam karena dalam kategori putrinya Indonesia jago, tapi di putranya lebih ke Vietnam.