Perspektif Baru didukung oleh Yayasan Konrad Adenauer
Selengkapnya ›

Sindikasi:

eXTReMe Tracker

Safir Senduk

Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga

Edisi 1135 | 08 Jan 2018 | Cetak Artikel Ini

Salam Perspektif Baru,

Tamu kita kali ini adalah Safir Senduk, yang berprofesi sebagai perencana keuangan. Safir Senduk memulai bisnis tersebut sejak terinspirasi dari banyak masyarakat yang ikut bangkrut bersama perusahaan tempat mereka bekerja ketika krisis moneter melanda Indonesia pada 1998 dan tidak sedikit dari masyarakat di seluruh dunia yang selalu merasa terbebani oleh utang yang dimiliki.

Langkah awal terhindar dari utang ialah selalu mencatat penghasilan dan pengeluaran per bulan serta membaginya ke dalam beberapa kategori seperti wajib, butuh, dan ingin. Dengan begitu kita dapat menjaga uang agar bijak digunakan sesuai prioritas kebutuhan. Utang diperbolehkan jika berupa investasi seperti pembelian properti karena harga jual barang tersebut akan terus meningkat.

Menurut Safir Senduk, gaya hidup manusia yang konsumtif memang sulit untuk dihentikan. Namun bisa diimbangi dengan gaya hidup yang produktif dengan menabung, berinvestasi, atau membuka bisnis. Agar terhindar dari berbagai jenis utang atau utang yang melebihi pemasukkan. Hal yang utama bagi pemula ialah pengetahuan dan aksi konkret. Pengetahuan untuk memahami jenis investasi atau tabungan yang cocok serta menerapkan teori-teori yang dimiliki tersebut secara perlahan.

Berikut wawancara Perspektif Baru dengan Ansy Lema sebagai pewawancara dengan narasumber Safir Senduk.

Sejak kapan Anda tertarik untuk menjadi seorang perencana keuangan?

Sejak zaman reformasi pada 1998.

Apa motivasi Anda saat itu?

Ketika saya menyelesaikan kuliah di bidang Ekonomi pada 1997, saya mendapat banyak pemahaman mengenai ekonomi makro dan mikro. Makro bersifat ekonomi negara dan mikro bersifat ekonomi perusahaan. Saya melihat, banyak orang bekerja di perusahaan tetapi di rumah memiliki utang karena tidak bisa mengatur keuangan dengan baik sehingga boros, sedangkan masih banyak keperluan yang dibutuhkan. Hal tersebut terkadang membuat orang-orang menjadi tidak tenang dalam bekerja.

Dengan kata lain, masa krisis moneter (Krismon) merupakan "berkah" bagi Anda.

Ya, ketika Krismon pada November 1997, saat itu 13 bank ditutup dan banyak masyarakat yang makin jatuh perekonomiannya. Saya berpikir, mengapa di tingkat universitas tidak diajarkan bagaimana mengelola keuangan di keluarga, dari situ muncul ide¡¡ untuk membangun kantor konsultan perencanaan keuangan.

Apakah sulit mengelola keuangan dengan benar?

Sulit sekaligus mudah. Mudah direalisasikan jika masyarakat mendengarkan acara ini dan mau belajar mengenai investasi saham. Seseorang dengan penghasilan 5 juta per bulan dapat berinvestasi 500 ribu per bulan. Dari kedua hal di atas yang membuat menjadi sulit ialah memulainya dan mengelola keuangan akan terasa sulit pada tahap awal.

Apa yang Anda katakan kepada masyarakat Indonesia ketika mereka mengalami krisis keuangan?

Saya katakan bahwa krisis keuangan terjadi karena seseorang hanya mengandalkan hasil bekerja pada perusahaan besar atau konglomerasi perusahaan besar.

Sebenarnya tidak masalah jika kita hanya bergantung kepada gaji. Namun pada umumnya organisasi besar lebih rentan terhadap krisis. Misalnya saja pada 1998, negara yang paling tahan pada krisis ekonomi adalah Taiwan. Itu karena Taiwan dipenuhi oleh bisnis-bisnis kecil yang beranggotakan 5 ¨C 6 orang. Sedangkan Indonesia sangat bergantung pada konglomerasi, sehingga ketika perusahaan jatuh maka semua pegawai pun ikut jatuh.

Apakah itu artinya konglomerasi sangat rentan terhadap krisis?

Sebenarnya bukan konglomerasinya tetapi organisasinya yang terlalu besar. Maka akan lebih baik membuat bisnis dengan jenis organisasi kecil.

Jadi seseorang dengan penghasilan berapapun dapat berinverstasi.

Bisa. Setiap orang, baik karyawan, freelancer, entertainer, maupun pengusaha jika mampu mengelola penghasilan dengan baik maka mereka bisa hidup dengan makmur. Memang tidak akan sekaya seperti yang diperlihatkan di sinetron-sinetron, namun minimal mereka bisa berinvestasi, membiayai anaknya sekolah, dan berlibur setiap tahunnya.

Apakah seseorang yang memiliki penghasilan terbatas bisa berinvestasi?

Minimal seorang karyawan dan perusahaannya selalu memberikan penghasilan yang layak menurut ketentuan, maka mereka bisa berinvestasi. Kuncinya sederhana, individu tersebut harus mengetahui jenis-jenis investasi yang bisa dipilih dengan dana terbatas.

Apa saja yang perlu dimiliki seseorang untuk memulai berinvestasi?

Berinvestasi tidak harus membuka usaha sendiri. Jika seorang karyawaan tidak tertarik membuka usaha sendiri, dia bisa bekerja hingga tua dan tetap berinvestasi di berbagai macam jenis produk investasi.

Jenis investasi yang paling populer adalah deposito bank. Dengan memiliki uang minimal Rp 5 ¨C 10 Juta, kita sudah bisa membuka deposito di bank. Jenis investasi lainnya seperti tabungan di perbankan. Meski memiliki bunga yang kecil, namun dengan tabungan tersebut dapat melatih seseorang untuk berinvestasi.

Bagaimana cara mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia dari konsumtif menjadi produktif?

Setiap orang tentu memiliki barang atau harta. Barang atau harta dibagi menjadi dua yaitu harta konsumtif dan harta produktif. Harta konsumtif ialah baju, kendaraan, dan telepon genggam sedangkan harta produktif ialah investasi. Manusia tentu tidak bisa hidup tanpa harta konsumtif dan tidak ada salahnya seorang hidup dengan harta konsumtif. Hal tersebut menjadi salah ketika seseorang memiliki harta konsumtif tetapi tidak memiliki tabungan. Gaya hidup konsumtif seseorang tidak perlu dihentikan atau dikurangi selama mereka belajar berinvestasi. Sehingga dapat hidup seimbang antara menikmati harta konsumtif dan harta produktif.

Apakah harta konsumtif bisa menjadi penunjang peningkatan produktivitas?

Ya, misalnya seseorang yang memiliki hobi photography, tentu mereka yang gemar photography tidak bisa menahan diri untuk tidak membeli berbagai jenis lensa yang paling bagus. Kebiasaan ini bisa berubah menjadi produktif jika menjual jasa photography.

Bagaimana kiat dari Anda agar tidak besar pasak daripada tiang?

Saya pribadi membagi pengeluaran ke dalam tiga kategori, yaitu wajib, butuh, dan ingin. Kategori wajib ialah barang-barang yang harus segera dilunasi karena jika tidak segera dilunasi memiliki konsekuensi berupa bunga atau denda. Kategori butuh ialah jika tidak segera dilunasi tidak memiliki konsekuensi finansial namun ada sesuatu yang terhenti, seperti pulsa handphone. Kategori ingin ialah segala sesuatu yang kalau kita tidak bayar tidak akan mendapatkan denda atau tidak ada fungsi yang terhenti. Kuncinya sederhana,¡¡siapkan waktu untuk menulis seluruh pengeluaran yang wajib, ingin dan butuh. Prinsipnya wajib dan butuh ada batasannya tetapi ingin tidak ada batasnya.

Sedangkan secara konkret pengeluaran itu dibagi menjadi empat kategori, yaitu cicilan utang, tabungan dan investasi, pembayaran premi asuransi, dan kebutuhan hidup. Cicilan utang sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan, meski terkadang beberapa orang memiliki cicilan utang hingga 70% dari penghasilan. Gaya hidup seperti ini dikatakan gali lobang tutup lobang. Jadi 30% itu merupakan takaran yang sudah maksimal, kurang boleh tetapi tidak boleh lebih dan sudah mencakup cicilan seperti untuk cicilan mobil, bank, dan teman.

Apa saja jenis utang yang dapat dibenarkan oleh ilmu perencanaan keuangan?

Jenis-jenis utang yang dapat dibenarkan dalam ilmu perencanaan keuangan ialah utang yang dapat dibayar. Sebenarnya barang dibagi menjadi dua, yang meningkat dan menurun. Misalnya kita membeli motor, jika langsung dibayar lunas seharga Rp 15 juta, sedangkan jika dicicil akan mencapai 18 juta, dicicil dua tahun menjadi 20 juta dan jika dicicil tiga tahun menjadi 23 juta. Namun setelah tiga tahun, jika motor tersebut dijual maka biaya yang didapat kurang lebih 50% dari harga jika motor tersebut langsung dibayar lunas. Penurunan harga karena motor atau alat transportasi lainnya merupakan barang yang selalu digunakan dan perusahaan motor selalu mengeluarkan produk atau inovasi terbarunya. Sedangkan pembeli mempertanyakan bagaimana cara si penjual membeli motor tersebut sebelumnya.

Saya menyarankan, jika memiliki uang tunai maka lebih baik membeli barang yang nilainya menurun menggunakan uang tunai daripada kredit. Namun jika ingin membeli barang yang nilainya menurun tetapi tidak memiliki uang tunai, perlu dipertanyakan kembali, butuh atau tidak. Mayoritas masyarakat yang tidak memiliki cash, tetapi tetap maksa untuk membeli barang yang nilai harganya menurun jika dijual kembali.

Berbeda halnya jika membeli barang yang nilainya akan meningkat seperti properti. Barang jenis tersebut tidak masalah jika membayar kredit karena makin tahun nilai suku bunga KPR di bank lebih meningkat. Begitu juga dengan harga jual barang tersebut.

Bagaimana cara mendorong seseorang agar menjadi berani mengambil tindakan?

Seseorang tidak bisa mahir berenang hanya dengan membaca buku tentang cara-cara berenang, namun tidak menerapkan teori tersebut secara langsung atau langsung menerapkannya di kolam yang dalam. Mulailah dari kolam yang dangkal, menggunakan pelampung dan kaca mata renang. Sama halnya seperti seseorang yang ingin membuka bisnis namun belum memiliki pengalaman. Kecenderungan manusia langsung ingin membuka bisnis yang besar demi gengsi. Tidak salah mencoba membuka bisnis tetapi sebaiknya membuka bisnis dari yang kecil dulu untuk membangun dan melatih mental.

Apa jenis permasalahan yang sering Anda temukan?

Terdapat dua masalah umum, yaitu tidak memiliki uang dan memiliki uang yang berlebih. Permasalahan yang dihadapi oleh orang yang memiliki uang terlalu banyak seperti sulit membagi uangnya, bingung bagaimana mewariskan uangnya, bingung cara mengelolanya, dan takut uang yang dimiliki akan habis sia-sia.

Apa solusi yang diberikan kepada dua tipe tersebut?

Nomor satu saya memberikan informasi mengenai investasi, dan mengajaknya untuk berani bertindak. Tidak sekadar memiliki banyak pengetahuan tentang invetasi tetapi dia tidak berani bertindak.

Adakah tips-tips konkret dari Anda jika seseorang mendapatkan tawaran berinvestasi?

Kuncinya adalah kenali jejak rekam investasi tersebut dan pastikan bahwa investasi tersebut memiliki manfaat untuk orang lain. Contoh, ketika seseorang memiliki uang lalu membuka sebuah toko, juallah barang-barang yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Hindari jenis investasi yang hanya memutar uang tetapi tidak memberikan manfaat bagi orang lain.

Apa tips agar masyarakat dapat mengelola keuangan secara bijak?

Pertama, lakukan investasi. Ingat yang terpenting dari investasi ialah pengetahuan dan action. Kemudian siapkan dana untuk masa depan seperti uang untuk sekolah anak, rumah, kendaraan, berlibur setelah pensiun. Sedangkan bagi yang masih bujang, siapkan dana untuk pernikahan. Ketiga, seberapa besar penghasilan kita. Kalau tidak bisa mengatur pengeluaran dengan baik, seperti membagi jenis-jenis pengeluaran, maka uang yang diperoleh akan percuma.